Zakat Disulap Jadi Modal UMKM Babel

Penerima bantuan berfoto bersama dalam peluncuran Program Z-Preneur Vol. 1 yang diresmikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Babel di Hotel ST 12 Sungailiat, Rabu (22/7/2026). (Foto: ist)
banner 120x600

 

Ratusan juta rupiah bantuan produktif disalurkan melalui Program Z-Preneur. Pemerintah Provinsi Babel ingin mengubah zakat dari sekadar bantuan sesaat menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi.

SUNGAILIAT, TITIK INFO — Selama ini zakat kerap dipandang sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Namun di Bangka Belitung, arah pemanfaatannya mulai bergeser.

Bukan hanya untuk meringankan beban, tetapi juga menjadi modal agar masyarakat mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Gagasan ini menjadi semangat peluncuran Program Z-Preneur Vol. 1 yang diresmikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Babel di Hotel ST 12 Sungailiat, Rabu (22/7/2026).

Melalui program tersebut, ratusan juta rupiah bantuan produktif disalurkan dalam bentuk tambahan modal usaha, perlengkapan usaha, hingga dukungan pembiayaan mikro bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Zakat tidak boleh berhenti hanya sebagai jaring pengaman sosial. Zakat harus menjadi bahan bakar kemandirian ekonomi rakyat. UMKM adalah tulang punggung perekonomian Bangka Belitung yang wajib kita kawal bersama,” ujar Gubernur Babel, Hidayat Arsani.

Menurutnya, bantuan yang diterima para pelaku usaha bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal untuk membangun usaha yang lebih mandiri. Karena itu, ia berpesan agar modal yang diberikan dikelola secara disiplin dan profesional sehingga mampu menciptakan usaha yang terus tumbuh.

Tak hanya menyalurkan bantuan, pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Surat Keputusan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat desa. Langkah ini dinilai penting agar potensi zakat semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memperluas jangkauan penyalurannya.

Peresmian booth container UMKM juga menjadi simbol bahwa pemberdayaan ekonomi tidak berhenti pada pemberian modal, tetapi juga membuka ruang pemasaran yang lebih layak bagi pelaku usaha.

Ketua BAZNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Zulhadi, mengatakan kolaborasi bersama pemerintah daerah diarahkan untuk menjadikan zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan yang lebih berkelanjutan.

“Kami mengupayakan bersama pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan menuju Babel Berdaya. Pembentukan UPZ hingga tingkat desa ini adalah langkah strategis agar penyaluran zakat semakin tepat sasaran dan merata,” katanya.

Pada tahap pertama, bantuan yang disalurkan meliputi tambahan modal usaha sebesar Rp67,5 juta kepada 27 pelaku UMKM, bantuan booth container dan perlengkapan usaha senilai Rp50 juta untuk lima unit usaha, serta program Microfinance BAZNAS RI senilai Rp500 juta yang akan menjangkau 170 penerima manfaat di lima titik lokasi.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga menyerahkan hibah tahun 2026 masing-masing sebesar Rp85 juta kepada Yayasan Masjid Nurul Islam Riau Silip, Yayasan Al-Mubarok Air Duren, dan Yayasan Syafaatul Musthofa.

Novitaria (38), pemilik usaha aneka jajanan di Sungailiat, mengaku bantuan yang diterimanya bukan hanya menambah perlengkapan usaha, tetapi juga membangkitkan optimisme untuk mengembangkan usahanya.

“Terima kasih banyak Bapak Gubernur Hidayat Arsani dan BAZNAS. Bantuan perlengkapan usaha ini memberi kami semangat baru agar usaha makin maju dan berkembang,” tutupnya. (*)