Buku Sudah di Tangan, Tas Sekolah Masih Jadi Harapan Poppy

Poppy, salah satu siswa SD Negeri 7 Simpang Rimba yang terdampak kebakaran di Dusun Serdang usai mendapatkan buku dan topi sekolah, Selasa (13/10/2026).
banner 120x600

SIMPANG RIMBA, TITIKINFO.ID — Panas terasa menyengat di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (13/10/2026).

Bukan hanya karena matahari yang terik, tetapi juga karena suasana setelah kebakaran yang meluluhlantakkan ratusan rumah warga pada Sabtu (10/10/2026. Abu sisa pembakaran pun masih berterbangan dan membuat udara terasa sesak beraroma asap.

Di posko pengungsian yang berada di SD Negeri 7 Simpang Rimba, anak-anak tampak bermain di sela kesibukan para pengungsi. Suara mereka sesekali terdengar di antara aktivitas warga dan relawan yang datang membawa bantuan.

Sekilas, mereka terlihat ceria seperti anak-anak pada umumnya. Namun, di balik senyum dan permainan itu, ada barang-barang yang hilang bersama kebakaran, termasuk pakaian, buku, alat tulis, dan perlengkapan sekolah yang biasa menemani hari-hari mereka.

Selasa (13/10/2026) siang, suasana berubah lebih semarak ketika bantuan perlengkapan sekolah datang. Anak-anak menyambutnya dengan gembira. Buku tulis, topi, dan dasi sekolah yang dibagikan menjadi sesuatu yang berarti bagi mereka yang kehilangan hampir seluruh perlengkapan belajar.

Salah satunya Poppy, siswi kelas III SD Negeri 7 Simpang Rimba.

Dengan mengenakan baju pemberian donatur, Poppy menggenggam satu pak buku tulis. Di tangannya juga ada topi dan dasi sekolah berwarna merah. Perlengkapan itu kini menjadi bekal awal baginya untuk kembali menjalani hari-hari sebagai seorang pelajar.

Poppy mengaku senang menerima bantuan tersebut. Namun, masih ada satu kebutuhan yang belum ia miliki: tas sekolah.

“Dapet buki, topi dan dasi, juga jajan,” ujarnya.

Kebakaran membuat Poppy kehilangan alat tulis, pakaian, dan perlengkapan sekolahnya. Saat ini, ia tinggal sementara di rumah neneknya yang tidak terdampak kebakaran.

“Baju dan tas belum,” imbuhnya.

Tas sekolah masih dibutuhkan untuk membawa buku dan alat tulis. Seragam, sepatu, serta perlengkapan belajar lainnya juga menjadi kebutuhan yang perlu diperhatikan, baik bagi Poppy maupun anak-anak lain yang mengalami nasib serupa.

Bukan Sekadar Buku dan Seragam

Poppy bukan satu-satunya anak yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat kebakaran. Di posko pengungsian, anak-anak lain juga menyambut bantuan dengan wajah gembira. Buku tulis, topi, dan dasi bukan sekadar barang baru, melainkan bagian dari keseharian yang perlahan ingin mereka miliki kembali.
“Terima kasih untuk kakak-kakak yang sudah membantu,” ujar anak-anak lain usai mendapatkan bantuan.

Berdasarkan data Information Center Bencana Kebakaran Dusun Serdang per Selasa (13/10/2026) pukul 17.00 WIB, sebanyak 210 siswa tercatat terdampak kebakaran, 93 laki-laki dan 127 perempuan. Mereka terdiri dari 12 anak PAUD, 163 siswa SD, 23 siswa SMP, dan 12 siswa SMA. (ti1)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *