Serasa Punya Kebun Sendiri, Pengunjung Bisa Petik Melon Premium di Kiara Ponik

Pengunjung bisa memilih dan memetik sendiri melon yang disukai, sensasi ini bisa menjadi sarana edukasi kepada anak-anak dan pengalaman yang berbeda. (Foto: @kiara.ponik/ @desimegawati)
banner 120x600

Kalau biasanya membeli melon tinggal memilih di rak supermarket, di Kiara Ponik pengunjung bisa memilih langsung dari tanamannya, memetik sendiri, lalu membawa pulang hasil pilihan sendiri.

 

PANGKALPINANG, TITIKINFO.ID – Menikmati melon segar langsung dari kebun kini bisa menjadi pengalaman wisata yang berbeda di Pangkalpinang. Kiara Ponik membuka open farm petik melon premium hidroponik, Sabtu –  Minggu (26-27 September 2026).

Menawarkan pengalaman kepada pengunjung untuk memilih, memetik, sekaligus membawa pulang melon pilihan sendiri.

Berada di kawasan Jalan Sumber Makmur I, Gandaria, Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kota Pangkalpinang, Kiara Ponik membudidayakan sejumlah varietas melon dengan karakter rasa dan tampilan yang berbeda.

Kirani melon premium hidroponik yang dibudidaya di Kiara Ponik. Tak hanya menikmati manisnya melon, pengunjung juga bisa memilih dan memetik sendiri melon serta cocok untuk foto-foto. (Foto: titikinfo)

Pengunjung tidak hanya membeli buah yang sudah dipanen, tetapi bisa masuk ke area budidaya, melihat langsung tanaman melon hidroponik yang tumbuh di dalam greenhouse, kemudian memilih buah yang diinginkan untuk dipetik sendiri.

Sensasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Melon yang dipetik langsung tersebut dibawa pulang dalam kondisi segar, dengan tekstur daging buah yang renyah, garing dan rasa manis.

Owner Kiara Ponik, Tomi, mengatakan dirinya mulai mencoba budidaya melon hidroponik sekitar dua tahun terakhir. Ketertarikan tersebut muncul karena hidroponik memungkinkan proses budidaya dilakukan secara lebih terkontrol, bersih dan efisien.

“Dengan sistem ini kualitas tanaman bisa dijaga lebih konsisten, apalagi melon cukup sensitif terhadap kondisi tanah,” kata Tomi.

Menurutnya, budidaya melon hidroponik membutuhkan perawatan yang cukup detail. Mulai dari pemberian nutrisi, pengaturan air, pengendalian hama hingga menjaga kondisi lingkungan tanaman.
Namun, proses tersebut dinilai sebanding dengan hasil yang diperoleh.

“Melon hidroponik biasanya lebih manis dan kualitas buahnya lebih baik serta cukup seragam,” ujarnya.

Meski produksinya belum dalam jumlah besar, Tomi mengatakan Kiara Ponik terus melakukan budidaya secara berkala dan rutin. Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan melihat respons dan minat konsumen.

Pengunjung bisa memilih dan memetik sendiri melon yang disukai, sensasi ini bisa menjadi sarana edukasi kepada anak-anak dan menarik. (Foto: @kiara.ponik)

Konsep open farm sengaja dibuat untuk memberikan pengalaman berbeda kepada konsumen. Tomi ingin masyarakat tidak hanya menikmati hasil panen, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana melon premium tersebut dibudidayakan.

“Kami ingin memberi pengalaman langsung kepada masyarakat tentang budidaya melon hidroponik yang masih belum banyak diterapkan di Bangka Belitung. Selain edukatif, pengunjung juga bisa merasakan sensasi memetik melon segar langsung dari kebunnya,” jelasnya.

Untuk menikmati pengalaman tersebut, melon Kiara Ponik dijual dengan harga Rp40 ribu per kilogram.

Beragam jenis melon yang dibudidayakan juga menjadi daya tarik. Salah satunya melon Kirani, yang memiliki daging buah berwarna oranye, tekstur renyah dan rasa manis.

Konsep petik sendiri membuat kunjungan ke Kiara Ponik tak sekadar berburu buah segar, tetapi juga bisa menjadi pilihan aktivitas keluarga, terutama bagi mereka yang ingin mengenalkan proses bercocok tanam kepada anak-anak.

Salah satu pembeli yang menikmati melon Kiara Ponik adalah Me Hoa, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Me Hoa akan mengangkat potensi melon Kirani ini dengan cara membeli sambil membuat konten,” tulis Me Hoa di akun medsosnya.

Ia menyebutkan, tanah timah tak hanya  kaya hasil tambang, tapi punya potensi lain yang bisa dikembalikan , termasuk melon premium hidroponik.

“Lihat sendiri hasil panen melon jenis Kirani unggulan lokal kita ini! Warnanya oranye segar, dagingnya tebal dan renyah, plus rasanya manis banget! Dipetik langsung dari kebun petani lokal di Babel, kualitasnya tidak kalah dengan buah impor supermarket,” terangnya. (ti1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *