Pangkalpinang Bukan Sekadar Ibu Kota, Ini Lima Peran yang Menopang Babel

Wali Kota Pangkalpinang Saparudin menjadi inspektur upacara peringatan Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang di Halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (17/9/2026). (Foto: ist/dok Setdako Pangkalpinang)
banner 120x600

PANGKALPINANG, TITIKINFO — Pangkalpinang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebagai ibu kota provinsi, kota ini memegang sejumlah peran yang berkaitan langsung dengan pergerakan ekonomi, pelayanan masyarakat hingga aktivitas keuangan dan pertambangan.

Lima fungsi tersebut kembali ditegaskan Wali Kota Pangkalpinang Saparudin dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang di Halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (17/9/2026).

Menurut Saparudin, posisi Pangkalpinang dalam struktur pengembangan wilayah Babel mencakup lima fungsi utama.

“Sebagai ibu kota provinsi, Pangkalpinang mengemban lima fungsi utama dalam struktur pengembangan wilayah Bangka Belitung,” ujar Saparudin.

Fungsi pertama adalah sebagai pusat pemerintahan sekaligus permukiman penduduk. Posisi ini membuat berbagai aktivitas administrasi pemerintahan dan kependudukan bertumpu di kota tersebut.

Peran berikutnya berkaitan dengan perdagangan dan industri. Aktivitas ekonomi yang berlangsung di Pangkalpinang tidak hanya menyangkut kebutuhan masyarakat kota, tetapi juga menjadi bagian dari konektivitas ekonomi antardaerah di Babel.

Pangkalpinang juga menjadi pusat pelayanan sosial, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Keberadaan fasilitas dan layanan pada dua sektor tersebut membuat kota ini menjadi salah satu tujuan masyarakat dari berbagai wilayah di Bangka Belitung.

Dua fungsi lainnya memiliki keterkaitan dengan karakter ekonomi Babel, yakni sebagai pusat administrasi pertambangan timah serta pusat aktivitas lembaga keuangan.

Lima fungsi itu, kata Saparudin, menempatkan Pangkalpinang sebagai titik pertemuan berbagai aktivitas pembangunan, mulai dari birokrasi, ekonomi, sosial hingga infrastruktur dan dunia usaha.

“Peran ini menjadikan Pangkalpinang sebagai simpul integrasi antara birokrasi, ekonomi, sosial, dan dukungan infrastruktur serta ekosistem usaha yang kondusif,” katanya.

Posisi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Pangkalpinang untuk menjaga agar pertumbuhan kota tidak hanya berorientasi pada aktivitas ekonomi, tetapi juga berjalan beriringan dengan kebutuhan sosial, tata kelola pemerintahan dan lingkungan.

Saparudin mengatakan pembangunan lima tahun ke depan diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi daerah dengan tetap menjaga keseimbangan berbagai sektor.

Arah tersebut dituangkan dalam visi “Pangkalpinang SMART: Kota Pangkalpinang yang Seimbang, Mapan, Amanah, Rukun, dan Tangguh.”

Seimbang dimaknai sebagai pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Mapan berkaitan dengan penguatan ekonomi dan daya saing kota. Amanah menitikberatkan pada pemerintahan yang profesional, bersih dan berintegritas.

Sementara Rukun diarahkan pada terciptanya stabilitas sosial dan demokrasi yang inklusif. Adapun Tangguh mencakup ketahanan kota dalam menjaga lingkungan sekaligus mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.

“Visi ini mencerminkan komitmen Pangkalpinang untuk tumbuh sebagai kota modern, berdaya saing, dan berkelanjutan dengan keseimbangan antara kemajuan ekonomi, sosial, tata kelola, dan lingkungan hidup,” tutur Saparudin.

Memasuki usia ke-269 tahun, tema yang diusung Kota Pangkalpinang adalah “Pangkalpinang Menang, Pangkalpinang SMART”.

Saparudin juga mengajak masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan kota. Menurutnya, perubahan dan tantangan pembangunan yang terus berkembang membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

“Percaye kita pacak, jika kita bersinergi dalam membangun dan mengembangkan Kota Pangkalpinang tercinta, insyaallah bersama-sama kita wujudkan Pangkalpinang menjadi kota yang seimbang, mapan, amanah, rukun, dan tangguh,” pungkasnya. (ti1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *