5 Hektare Lahan Gelam Terbakar, Akses dan Air Jadi Tantangan Pemadaman di Beltim

Tangkapan drone thermal kebakaran di Desa Padang, Kolong Keroh, Manggar, Beltim. (Insert: petugas memadamkan api). (Foto: ist)
banner 120x600

MANGGAR, TITIKINFO— Kebakaran yang menghanguskan sekitar lima hektare lahan di Desa Padang Kolong Keroh, Kecamatan Manggar, Belitung Timur, Kamis (17/9/2026), tidak hanya menghadapkan petugas pada kobaran api.

Medan lokasi menjadi persoalan tersendiri. Sebagian area yang terbakar sulit dijangkau kendaraan pemadam, sementara ketersediaan sumber air di sekitar lokasi juga terbatas.

Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman membutuhkan peralatan dan strategi berbeda untuk menjangkau titik-titik api di kawasan yang terbakar.

Koordinator Pos SAR Belitung, Indra Prasta, mengatakan sebagian besar lahan yang terbakar merupakan vegetasi pohon gelam yang dalam kondisi kering. Material tersebut membuat api mudah membesar dan menyebar.

“Lahan yang terbakar sebagian besar merupakan vegetasi tanaman pohon gelam, sehingga api sangat cepat membesar dan menyebar. Selain itu, petugas di lapangan dihadapkan pada keterbatasan sumber air serta akses jalan yang jauh dari jangkauan kendaraan pemadam,“ ujar Indra.

Informasi kebakaran diterima Pos SAR Belitung dari BPBD Belitung Timur sekitar pukul 16.15 WIB. Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi sekitar pukul 16.35 WIB dan mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 16.45 WIB.

Petugas dari Pos SAR Belitung, BPBD Belitung Timur dan Damkar Belitung Timur mengerahkan sejumlah peralatan untuk mengatasi kondisi medan tersebut.

Peralatan yang digunakan meliputi satu unit mobil pemadam, dua kendaraan Rescue Type II, delapan mesin pompa gendong, mesin pompa keong serta satu unit drone thermal.

Drone thermal digunakan untuk membantu pemantauan kawasan dari udara, termasuk memastikan tidak ada titik panas yang luput dari penanganan.

Selain persoalan medan, petugas juga menghadapi jarak pandang yang terbatas hingga sekitar 30 meter selama operasi pemadaman.

“Sinergi antarunsur gabungan sangat menentukan keberhasilan pemadaman ini,” kata Indra.

Setelah proses pemadaman selesai, kondisi lokasi dinyatakan aman dan kondusif. Namun, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. (*/ti1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *