Sebagian warga mengurangi jumlah pembelian, daging ayam masih menjadi salah satu pilihan lauk favorit karena dinilai lebih terjangkau dibandingkan beberapa jenis daging lainnya.
PANGKALPINANG, TITIKINFO – Harga daging ayam ras di sejumlah pasar tradisional Kota Pangkalpinang kembali merangkak naik. Saat ini, harga ayam mencapai Rp45.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp40.000-Rp42.000 per kilogram, bahkan sempat turun hingga Rp37.000 per kilogram.
Sejumlah pedagang menyebutkan, kenaikan harga kali ini bukan dipicu tingginya permintaan, melainkan karena pasokan ayam dengan ukuran yang sesuai untuk dijual sedang terbatas.
“Memang ayamnya lagi susah. Yang ukuran pas buat dijual sedikit, jadi harganya ikut naik,” ujar salah seorang pedagang ayam Arni di Pasar Air Itam Pangkalpinang, Kamis (30/7/2026).
Meski harga naik, minat masyarakat membeli ayam masih cukup tinggi. Hanya saja, sebagian pembeli kini mulai mengurangi jumlah belanja agar pengeluaran rumah tangga tidak membengkak.
Salah satunya Nisa. Ia mengaku tetap membeli ayam meski harganya melonjak, namun hanya dalam jumlah secukupnya.
“Biasanya kalau ayam naik itu karena permintaan banyak, seperti MBG. Tapi sekarang katanya ayam yang ukurannya pas memang lagi sedikit. Ya sudah, beli sedikit saja buat anak di rumah,” katanya.
Kenaikan harga ayam juga mulai dirasakan para pelaku usaha kuliner. Penjual bakso, misalnya, mengaku harga bahan baku yang lebih mahal membuat biaya produksi ikut meningkat.
“Kalau ayam naik begini tentu modal bertambah. Mau tidak mau harus dihitung lagi supaya usaha tetap jalan,” ungkap, Mas Bro seorang penjual bakso.
Para pedagang berharap pasokan ayam segera kembali normal sehingga harga bisa turun ke kisaran semula. Dengan begitu, daya beli masyarakat tetap terjaga dan pelaku usaha kuliner tidak terbebani oleh tingginya harga bahan baku. (ti1)










