BELITUNG, TITIKINFO — Wisata di Pulau Belitung emang nggak ada habisnya. Baru-baru ini viral video sekelompok orang berdiri di atas hamparan batu granit, bergerak serempak dengan latar sebuah bongkahan batu raksasa yang menjulang di belakang mereka.
Pemandangan itu terekam dalam video yang diunggah Wenny Natalia di media sosial. Diiringi lagu Papaoutai (Afro Soul), video tersebut memperlihatkan kemegahan Geosite Batu Baginde dari sudut yang membuat manusia terlihat begitu kecil di hadapan alam.
Unggahan itu bahkan telah ditonton lebih dari 87 ribu kali.
Batu Baginde berada di Desa Padang Kandis, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung. Destinasi ini merupakan bagian dari Belitong UNESCO Global Geopark, sekaligus salah satu geosite yang memiliki nilai geologi dan budaya.
Yang membuatnya istimewa adalah keberadaan dua bukit batu granit raksasa yang berdampingan. Dalam cerita masyarakat setempat, kedua bukit tersebut dikenal dengan sebutan yang berkaitan dengan sosok laki-laki dan perempuan.
Belitong Geopark mencatat kawasan ini sebagai Adamelite Geosite. Batuan penyusunnya merupakan adamelit, jenis granit yang memiliki karakteristik berbeda dari granit pembawa timah yang selama ini identik dengan Belitong.
Namun bagi wisatawan, keistimewaan Batu Baginde bukan hanya terletak pada batuannya.
Untuk mencapai bagian atas, pengunjung dapat menempuh jalur trekking sekitar 15 menit. Sesampainya di atas, hamparan hutan hijau, perbukitan hingga garis pantai di kejauhan menjadi panorama yang bisa dinikmati dari ketinggian.
Dari sana, ukuran Batu Baginde pun terasa berbeda.
Bongkahan granit yang terlihat kokoh dari kejauhan berubah menjadi sebuah panggung alam ketika pengunjung berdiri di atasnya.
Hal itulah yang secara tidak langsung ditangkap dalam video Wenny Natalia.
Tanpa perlu banyak kata, kamera memperlihatkan manusia, hamparan batu dan bongkahan granit raksasa dalam satu frame. Kontras ukuran tersebut membuat kemegahan Batu Baginde terasa nyata.
Batu Baginde sendiri bukan destinasi baru. Pemerintah Kabupaten Belitung telah lama mengenalkannya sebagai salah satu objek wisata di Desa Padang Kandis.
Tetapi media sosial memberi cara baru untuk memperkenalkannya.
Satu video, satu lagu yang sedang populer, dan sebuah sudut pengambilan gambar mampu membuat destinasi alam yang sudah lama ada kembali mencuri perhatian.
Batu Baginde menawarkan cerita yang lebih luas dari sekadar wisata alam. Di sana, geologi, legenda dan lanskap bertemu dalam satu tempat.
Jadi kapan teman Info mau berkunjung? (ti1)










