Kemajuan teknologi harus tetap diiringi dengan etika dan nilai-nilai kemanusiaan.
MERAWANG, TITIKINFO – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa secanggih apa pun perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), teknologi tidak akan pernah mampu menggantikan tanggung jawab moral manusia.
Pesan itu disampaikan Yusril saat menyampaikan Orasi Ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-37 Universitas Bangka Belitung, Kamis (29/7), yang juga ia bagikan melalui akun media sosial pribadinya.
Dalam unggahannya, Yusril mengaku memiliki ikatan emosional setiap kali kembali ke tanah kelahirannya, Bangka Belitung.
“Kembalinya saya ke tanah kelahiran, Bangka Belitung, selalu membawa kehangatan dan rasa bangga tersendiri. Hari ini, saya berkesempatan menyampaikan Orasi Ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-37 Universitas Bangka Belitung,” tulisnya, di akun Facebook, Rabu (29/7/2026).
Di hadapan para wisudawan, Yusril mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai insan intelektual di tengah masyarakat.
Menurutnya, ijazah tidak sekadar menjadi bukti telah menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga mencerminkan kemampuan seseorang untuk berpikir kritis, membedakan fakta dari prasangka, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Yusril juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari eksploitasi sumber daya alam hingga pesatnya perkembangan teknologi berbasis AI.
Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi harus tetap diiringi dengan etika dan nilai-nilai kemanusiaan.
“AI dan teknologi secanggih apa pun tidak akan pernah bisa menggantikan posisi serta tanggung jawab moral manusia. Sebagai khalifah fil ‘ardh, kita berkewajiban menjaga kelestarian alam dan memanfaatkan potensi daerah secara bijak demi keberlanjutan masa depan,” ujarnya.
Yusril mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan UBB. Ia berharap para sarjana dan magister baru mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan keahlian, tetapi juga memiliki integritas, etika, serta kepedulian sosial.
“Jadilah sarjana dan magister yang utuh yang memadukan ilmu pengetahuan, keahlian, etika, dan kepekaan sosial,” tutupnya. (ti1)










