Stok Darah PMI Bangka Barat Bertambah 86 Kantong, Donor Massal Disambut Antusias Warga

* Bulan Bakti HUT PT Timah Tbk

Donor darah yang digelar PT Timah Tbk di Mentok, Bangka Barat. (Foto: ist)
banner 120x600

MENTOK, TITIKINFO – Ketersediaan stok darah di PMI Kabupaten Bangka Barat kembali bertambah. Sebanyak 86 kantong darah berhasil dihimpun dari aksi donor darah yang melibatkan puluhan warga dan karyawan di Mentok, Sabtu (1/8/2026).

Tambahan stok darah tersebut berasal dari kegiatan donor darah hasil kolaborasi PT TIMAH Tbk bersama PMI Kabupaten Bangka Barat dalam rangka Bulan Bakti HUT ke-50 PT TIMAH bertema “Timah untuk Rakyat”. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan karyawan yang secara sukarela mendonorkan darahnya untuk membantu sesama.

Ketua PMI Bangka Barat, dr. Yovita Sari Metkono, mengatakan PT TIMAH merupakan salah satu mitra yang konsisten mendukung upaya menjaga ketersediaan stok darah di daerah.

“Selama ini kegiatan HUT PT TIMAH selalu berkolaborasi dengan PMI Bangka Barat untuk mengadakan donor darah sukarela. Tahun ini saja sudah dua kali berkolaborasi, sebelumnya pada peringatan Hari K3,” katanya.

Menurut Yovita, kolaborasi tersebut sangat penting mengingat kebutuhan darah di rumah sakit terus ada setiap hari. Karena itu, donor darah secara rutin menjadi salah satu cara efektif menjaga agar stok darah tetap tersedia ketika dibutuhkan pasien.

“Kegiatan ini sangat baik karena PT TIMAH ikut membersamai PMI menjaga kestabilan stok darah yang pada akhirnya akan kembali dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap langkah PT TIMAH dapat menginspirasi instansi maupun perusahaan lain untuk lebih aktif menggelar donor darah secara berkala.

“Dengan semakin banyak donor darah sukarela yang dilakukan secara rutin, maka stok darah akan lebih terjaga. Kami berharap PT TIMAH menjadi motivasi bagi instansi lain untuk melakukan hal yang sama,” katanya.

Antusiasme masyarakat mengikuti donor darah juga cukup tinggi. Salah satunya Jamilah (49), warga Mentok, yang akhirnya berhasil mendonorkan darahnya untuk pertama kali setelah sebelumnya sempat tertunda karena kadar hemoglobin (HB) rendah.

“Alhamdulillah kali ini bisa donor. Semoga semakin banyak yang mendonorkan darah sehingga pasien yang membutuhkan tidak kesulitan mendapatkan darah,” ujarnya.

Anisa Putri Kinanti (25), seorang karyawati swasta yang telah enam kali menjadi pendonor. Ia mengaku terdorong menjadi pendonor rutin setelah melihat seorang temannya kesulitan memperoleh darah saat menjalani perawatan.

“Waktu itu stok darah kosong. Dari situ saya bertekad rutin donor supaya ke depan tidak ada lagi pasien yang kesulitan mencari darah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun VII Desa Belo Laut, Marzeni (46), menilai donor darah merupakan bentuk kepedulian sederhana yang memiliki manfaat besar bagi sesama.

“Setetes darah sangat berarti bagi pasien yang membutuhkan. Saya rutin donor dua sampai tiga kali dalam setahun, bahkan kalau ada permintaan langsung dari rumah sakit saya juga berusaha membantu,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *