Yang terpenting bukan olahraga yang paling berat, tetapi olahraga yang bisa dilakukan secara rutin dan konsisten
PANGKALPINANG, TITIKINFO – Perut mulai terasa lebih maju dibandingkan biasanya? Atau celana terasa semakin sempit di bagian pinggang? Jangan buru-buru menyalahkan usia. Bisa jadi, tubuh sedang memberi tanda bahwa aktivitas fisik dan pola makan perlu lebih diperhatikan.
Kabar baiknya, mengecilkan lingkar perut tidak harus selalu dilakukan dengan ratusan kali sit-up.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andhika Raspati, SpKO, menjelaskan, latihan yang hanya menyasar otot perut tidak otomatis membakar lemak di bagian tersebut. Tubuh tidak bisa memilih lemak hanya dari satu area untuk dibakar.
“Fat spot reduction” atau pengurangan lemak hanya pada bagian tubuh tertentu tidak dapat dilakukan karena proses pembakaran lemak berlangsung secara sistemik di seluruh tubuh.
Artinya, sit-up tetap bermanfaat, tetapi lebih berfungsi melatih dan menguatkan otot perut. Jika lapisan lemak di atasnya masih tebal, otot perut yang semakin kuat belum tentu membuat perut terlihat lebih rata.
Lalu, olahraga apa yang bisa dilakukan?
1. Jalan cepat
Jangan remehkan olahraga yang satu ini. Jalan cepat selama 30 menit bisa menjadi pilihan sederhana bagi orang yang baru mulai rutin berolahraga.
Selain mudah dilakukan, jalan cepat termasuk aktivitas fisik intensitas sedang. WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan sedikitnya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap minggu. Untuk manfaat kesehatan tambahan, durasinya dapat ditingkatkan hingga 300 menit per minggu.
2. Jogging atau bersepeda
Jika tubuh sudah terbiasa berjalan cepat, intensitas dapat dinaikkan secara bertahap melalui jogging, bersepeda atau aktivitas aerobik lainnya.
Tujuannya bukan sekadar membuat tubuh berkeringat, tetapi meningkatkan penggunaan energi sehingga membantu proses pengurangan lemak tubuh jika dibarengi pola makan yang sesuai.
3. Latihan kekuatan
Jangan hanya mengandalkan kardio. Latihan kekuatan juga penting untuk membangun dan mempertahankan massa otot.
Latihannya bisa sederhana, seperti squat, lunges, push-up, plank atau latihan menggunakan beban ringan.
WHO juga merekomendasikan latihan penguatan otot yang melibatkan kelompok otot utama setidaknya dua hari dalam seminggu bagi orang dewasa.
4. Latihan otot perut
Nah, di sinilah sit-up, crunch, reverse crunch dan plank bisa masuk.
Latihan tersebut membantu memperkuat otot inti dan membuat bagian tengah tubuh lebih kokoh. Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Michael Triangto, SpKO, juga menyebut latihan seperti sit-up dan reverse crunch dapat digunakan untuk melatih serta mengencangkan otot perut.
Namun, latihan perut sebaiknya menjadi bagian dari program olahraga secara keseluruhan, bukan satu-satunya latihan.
Jangan lupakan makanan
Olahraga juga bukan tiket untuk bebas makan apa saja.
Dr Andhika Raspati mengingatkan, salah satu alasan perut tetap buncit meski seseorang sudah rajin berolahraga adalah pola makan yang tidak terkontrol. Seseorang bisa saja membakar banyak energi saat berolahraga, tetapi kemudian menggantinya dengan asupan makanan yang berlebihan.
“Karena itu, olahraga dan pola makan perlu berjalan beriringan” imbuhnya.
Untuk memulainya pun tidak perlu langsung latihan berat. Jalan kaki lebih rutin, mengurangi waktu duduk, memilih tangga daripada lift, kemudian menambahkan latihan kekuatan secara bertahap sudah menjadi langkah yang baik.
Yang terpenting bukan olahraga yang paling berat, tetapi olahraga yang bisa dilakukan secara rutin dan konsisten.
Jadi, kalau targetnya ingin mengecilkan perut, jangan hanya mengejar angka di timbangan. Ukur juga lingkar pinggang, perhatikan pola makan dan lihat perubahan kebugaran tubuh.
Sebab, perut yang lebih rata bukan hasil dari seratus kali sit-up dalam sehari, melainkan dari kebiasaan sehat yang dilakukan berulang-ulang. (*/net)










