Air Baku Kolong Bacang Menyusut, PDAM Siapkan Pompa Cadangan

* Warga Diminta Hemat Air

Sumber air baku PDAM Tirta Pinang di Kolong Bacang. Memasuki musim kemarau, debit air di kolong tersebut mengalami penyusutan.(Foto: ist)
banner 120x600

Penyusutan air baku di Kolong Bacang berpengaruh langsung terhadap kapasitas produksi dan kemampuan distribusi air kepada pelanggan di Kecamatan Bukit Intan.

 

PANGKALPINANG, TITIK INFO — Musim kemarau mulai berdampak pada pasokan air bersih di Kota Pangkalpinang. Perumda Air Minum Tirta Pinang menginformasikan terjadinya penurunan debit supply air, terutama akibat menyusutnya ketersediaan air baku di Kolong Bacang.

Kondisi ini mulai dirasakan pada wilayah pelayanan Kecamatan Bukit Intan, khususnya yang mendapat pasokan dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bacang.

Plt. Direktur Perumda Tirta Pinang, Agus Salim, mengatakan penyusutan air baku di Kolong Bacang berpengaruh langsung terhadap kapasitas produksi dan kemampuan distribusi air kepada pelanggan.

“Penurunan debit supply ini berpotensi menyebabkan tekanan air menjadi lebih rendah, waktu aliran air berkurang, serta di wilayah tertentu air tidak mengalir secara maksimal,” kata Agus dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Dampaknya, kata dia, terutama berpotensi terjadi pada jam pemakaian tinggi, wilayah yang berada di ujung jaringan distribusi, maupun kawasan dengan kondisi elevasi tertentu.

Saat ini, wilayah pelayanan IPA Bacang di Kecamatan Bukit Intan sudah mulai terdampak. Sementara itu, kondisi sumber air untuk wilayah pelayanan IPA Pedindang masih relatif aman dan diperkirakan mampu menopang pelayanan hingga sekitar dua bulan ke depan.

Mengantisipasi penyusutan air baku yang terus terjadi selama musim kemarau, Perumda Tirta Pinang menyiapkan sejumlah langkah teknis untuk menjaga kontinuitas pelayanan.

Salah satunya dengan memasang pompa cadangan menggunakan sistem ponton di Kolong Bacang. Sistem ini memungkinkan posisi pompa lebih mudah dipindahkan mengikuti perubahan ketinggian air ketika sumber air terus menyusut.

“Perusahaan terus melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan kontinuitas pelayanan di tengah keterbatasan ketersediaan air baku,” ujarnya.

Meski demikian, Agus mengakui kondisi kemarau dapat memengaruhi kenyamanan pelanggan. Karena itu, masyarakat diminta ikut berperan menjaga ketersediaan air dengan menggunakannya secara hemat.

Perumda Tirta Pinang mengimbau pelanggan menggunakan air sesuai kebutuhan dan menghindari pemakaian yang tidak mendesak.

Pelanggan juga disarankan menampung air secukupnya di rumah sebagai persediaan apabila sewaktu-waktu aliran berhenti atau tekanan air menurun.

Selain itu, pelanggan diminta memeriksa instalasi air di rumah masing-masing untuk memastikan tidak ada kebocoran yang menyebabkan pemborosan.

“Gunakan air secara bijak dan tidak berlebihan. Kami juga mengimbau pelanggan segera melaporkan apabila menemukan kebocoran pipa agar dapat segera ditindaklanjuti,” kata Agus.

Perumda Tirta Pinang memastikan kondisi sumber air dan pelayanan akan terus dipantau. Evaluasi juga dilakukan secara berkala untuk menentukan langkah operasional yang diperlukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

“Kami memahami bahwa air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, meskipun terjadi penurunan debit supply akibat kondisi kemarau, kami terus melakukan berbagai upaya agar pelayanan tetap berjalan,” ujarnya.

Perusahaan menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas kemungkinan berkurangnya debit maupun tekanan air selama musim kemarau.

Informasi terbaru mengenai kondisi pelayanan akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi Perumda Tirta Pinang. (ti1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *