PANGKALPINANG, TITIKINFO – Kemeriahan karnaval tak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat yang memadati sepanjang rute. Agenda tahunan tersebut juga membawa berkah bagi para pedagang dadakan yang memanfaatkan momen untuk mencari rezeki.
Hampir di sepanjang jalur karnaval, pemandangan penonton berdampingan dengan pedagang kaki lima dadakan, beragam dagangan ditawarkan, mulai dari minuman dingin, makanan ringan, hingga aneka jajanan yang banyak diburu penonton, terutama untuk menemani mereka menyaksikan iring-iringan peserta di bawah terik matahari.
Salah satunya Tika, penjual es yang mengaku mendapat berkah dari ramainya agenda karnaval. Meski harus berbagi pembeli dengan banyak pedagang lain yang berjualan di sepanjang rute, ia memilih tetap bersyukur.
Menurutnya, rezeki setiap orang sudah memiliki takaran masing-masing. Karena itu, banyaknya pedagang yang berjualan justru tidak membuatnya khawatir.
“Yang jualan banyak hampir sepanjang jalan, ada yang jualan es. Tapi Alhamdulillah lah, ada juga rezekinya. Jualan habis,” ujar Tika.
Ramainya masyarakat yang datang menyaksikan karnaval menjadi peluang tersendiri untuk menambah penghasilan. Cuaca panas juga membuat minuman dingin yang dijajakannya semakin diminati.
Hal serupa dirasakan Trisno, pedagang telur gulung yang ikut memanfaatkan keramaian karnaval. Dagangannya bahkan laris manis diserbu pembeli, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Uniknya, telur gulung yang dijual Trisno dibuat tanpa menggunakan minyak. Cara tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli yang menyukai jajanan yang dianggap lebih ringan.

“Yang beli ramai, anak-anak banyak, orang dewasa juga ada, satu prosi sepuluh ribu isi enam,” kata Trisno.
Saking ramainya pembeli, Trisno mengaku telah menghabiskan lebih dari 100 butir telur. Ia bahkan beberapa kali harus menambah adonan telur gulung karena dagangannya terus diburu pembeli.
Keramaian karnaval akhirnya tak hanya menghadirkan hiburan dan tontonan bagi masyarakat, tetapi turut menggerakkan aktivitas ekonomi kecil di sepanjang jalur.
Tak sedikit, penonton juga membawa bekal sendiri dari rumah untuk mengurangi biaya jajan.
“Tapi ya namanya anak-anak pasti ngiler melihat jajanan yang ada,” tukas salah satu pembeli, Yessi. (ti1)










