Diimbau Satpol PP, Pedagang Pasar Air Itam Mulai Mundurkan Lapak dari Bahu Jalan

Lapak jualan pedagang di Pasar Air Itam mulai dimundurkan dari bahu jalan setelah adanya imbauan penertiban yang dilakukan Pemerintah Kota Pangkalpinang. (Foto: ti1)
banner 120x600

PANGKALPINANG, TITIKINFO — Suasana Pasar Air Itam, Pangkalpinang, Selasa (1/9/2026) mulai berubah setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pangkalpinang mengimbau para pedagang untuk tidak lagi menggunakan bahu jalan sebagai tempat berjualan.

Pantauan di lokasi, sejumlah pedagang mulai memundurkan lapak dagangannya. Lapak ayam, sayur hingga ikan yang sebelumnya berada cukup dekat dengan badan jalan kini mulai ditata kembali agar tidak mengambil ruang yang seharusnya digunakan pengguna jalan.

Langkah tersebut dilakukan pedagang setelah adanya imbauan Satpol PP Kota Pangkalpinang. Pedagang yang tidak memundurkan lapaknya disebut akan ditertibkan dan dibongkar oleh petugas.

Salah satu pedagang ayam, Hani, mengaku memilih mengikuti imbauan tersebut dengan memundurkan lapak jualannya.

Ia mengatakan, langkah itu dilakukan agar lapaknya tidak menjadi sasaran penertiban Satpol PP.

“Sudah kami mundurkan. Daripada nanti dibongkar, lebih baik kami atur sendiri,” ujar Hani.

Hal serupa terlihat pada sejumlah pedagang sayur dan ikan. Mereka mulai menata kembali posisi dagangan agar tidak terlalu maju ke bahu jalan.

Menariknya, penataan tersebut tidak sepenuhnya mendapat penolakan dari pedagang.

Ahin, salah satu penjual ikan di Pasar Air Itam, mengaku telah melakukan perbaikan dan memundurkan lapaknya. Ia justru mendukung rencana penertiban tersebut karena posisi lapak yang terlalu dekat dengan jalan dinilai dapat mengganggu pengguna kendaraan.

“Seharusnya memang demikian, tapi karena banyak yang maju jadi akhirnya ikut maju. Tapi setelah diimbau mundur, ya kami mundur dan saya rasa seperti inilah semestinya,” kata Ahin.

Menurutnya, ketika sebagian pedagang mulai memajukan lapaknya ke arah jalan, pedagang lainnya kemudian ikut melakukan hal serupa. Akibatnya, ruang untuk kendaraan semakin menyempit.

Setelah diminta mundur, ia menilai kondisi tersebut lebih baik karena aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa terlalu mengambil ruang jalan.

Penataan lapak pedagang juga mendapat respons positif dari warga sekitar.

Arin, warga Air Itam, menilai keberadaan lapak dan kendaraan yang parkir di tepi jalan selama ini membuat ruang lalu lintas semakin terbatas.

Kondisi tersebut terasa terutama pada jam-jam sibuk ketika masyarakat berangkat dan pulang kerja.

“Jalannya jadi lebih lebar dan lebih leluasa,” kata Arin.

Menurutnya, ketika lapak berjualan berada di bahu jalan dan kendaraan juga parkir di sisi jalan, ruang yang tersisa untuk lalu lintas menjadi semakin sempit.

Kondisi itu kerap menyebabkan kepadatan, terutama saat arus kendaraan meningkat pada pagi maupun sore hari.

Ia berharap penataan yang dilakukan tidak berhenti pada imbauan sesaat, tetapi dapat dipertahankan sehingga aktivitas pasar tetap berjalan tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas. (ti1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *