PANGKALPINANG, TITIKINFO— Perekonomian di Provinsi Bangka Belitung memasuki Triwulan III 2026 menunjukkan sinyal positif, meski kenaikan harga kebutuhan sehari-hari masih menjadi perhatian.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Babel mencatat inflasi meningkat pada Agustus, tetapi daya beli petani membaik, perdagangan luar negeri mencatat surplus, dan sektor pariwisata menunjukkan geliat.
Gambaran tersebut terlihat dari sejumlah indikator ekonomi yang dirilis BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (1/9/2026).
Dari sisi harga, Babel mengalami inflasi 0,81 persen pada Agustus 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi Juli.
Kenaikan terutama dipengaruhi sejumlah komoditas pangan. Daging ayam ras, kacang panjang dan ikan bulat menjadi tiga komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Agustus.
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto, mengatakan kenaikan harga pangan menjadi faktor utama yang mendorong inflasi pada bulan tersebut.
“Inflasi Agustus terutama didorong oleh kenaikan harga komoditas Daging Ayam Ras, Kacang Panjang, dan Ikan Bulat. Ketiga komoditas tersebut memberikan andil terbesar terhadap inflasi pada bulan ini,” ujar Sugeng dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Babel, Selasa (1/9/2026).
Harga daging ayam ras tercatat naik 19,01 persen dengan andil inflasi terbesar, yakni 0,44 persen. Kacang panjang bahkan melonjak 62,10 persen, sedangkan ikan bulat naik 14,78 persen.
Secara tahunan, inflasi Babel pada Agustus mencapai 3,94 persen, meningkat dibandingkan Juli yang sebesar 2,62 persen.
Kenaikan harga tersebut menjadi perhatian karena dampaknya paling mudah dirasakan masyarakat melalui meningkatnya pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari, terutama pangan.
Ia merinci, di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus meningkat 1,29 persen menjadi 165,81. Kenaikan ini menunjukkan kondisi daya beli petani membaik, seiring indeks yang diterima petani tumbuh lebih tinggi dibandingkan indeks yang mereka bayarkan.
‘Dari perdagangan luar negeri, Babel juga masih mencatat surplus neraca perdagangan US$263,03 juta pada Juli 2026. Nilai ekspor mencapai US$264,11 juta dan tumbuh kuat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” urainya.
Sementara sektor pariwisata turut memberikan sinyal positif. Pada Juli 2026, perjalanan wisatawan nusantara ke Babel mencapai 407,10 ribu perjalanan, sedangkan jumlah tamu yang menginap mencapai 75,56 ribu orang, meningkat signifikan dibandingkan Juli 2025.
“Aktivitas transportasi pun tetap bergerak, meski arahnya beragam antara jalur laut dan udara maupun antara arus penumpang dan barang,” tukasnya.
Ia melihat memasuki Triwulan III 2026, ekonomi Babel menghadapi dua sisi, kenaikan harga, terutama pangan, perlu dijaga agar tidak semakin menekan pengeluaran masyarakat.
“Namun di sisi lain, membaiknya kondisi petani, surplus perdagangan dan geliat pariwisata menjadi penopang yang menjaga perekonomian daerah tetap bergerak,” pungkasnya. (ti1/*)










