Terdampak Kemarau, PDAM Tirta Pinang Hentikan Sementara Distribusi Air ke Pelanggan

Kondisi kolong Bacang yang tampak mengering.
banner 120x600

PANGKALPINANG, TITIKINFO.ID– Musim kemarau yang masih berlangsung mulai berdampak pada pelayanan air bersih di Kota Pangkalpinang. Perumdam Air Minum Tirta Pinang terpaksa menghentikan sementara distribusi air kepada pelanggan di wilayah pelayanan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bacang.

Penghentian distribusi dilakukan karena Kolong Bacang yang menjadi sumber air baku IPA Bacang mengalami kekeringan.

Kondisi tersebut membuat volume air yang tersisa tidak lagi mencukupi untuk mendukung proses produksi air bersih.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Pinang Kota Pangkalpinang, M. Agus Salim, mengatakan kondisi sumber air baku di Kolong Bacang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

“Untuk saat ini stop supply sementara. Kami tengah mencoba mengupayakan menggeser pompa, siapa tahu masih bisa disedot air yang masih tersisa,” kata Agus Salim, Rabu (7/10/2026).

Namun, upaya tersebut tidak mudah. Air yang masih tersisa di kolong telah bercampur dengan lumpur sehingga tidak memungkinkan untuk kembali dipompa dan diolah melalui IPA Bacang.

“Air yang tersedot sudah bercampur dengan lumpur sehingga sudah tidak dapat diproduksi lagi karena musim kemarau yang masih berlangsung,” ujarnya.

Kondisi ini turut dirasakan warga, khususnya pelanggan yang tinggal di sejumlah kawasan perumahan dalam wilayah pelayanan IPA Bacang. Gangguan pasokan air membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mulai mempertanyakan alternatif distribusi selama pelayanan normal belum dapat dilakukan.

Dalam grup Whatsapp salah perumahan, PDAM Tirta Pinang menyatakan bersedia membantu memenuhi kebutuhan air warga melalui suplai mobil tangki.

Penyaluran air tangki nantinya dapat dikoordinasikan dengan warga, termasuk melalui tempat penampungan bersama di masing-masing klaster perumahan agar distribusi dapat dilakukan secara lebih tertib.

Agus mengatakan pihaknya masih mengupayakan berbagai langkah teknis di lapangan untuk mencari sumber atau solusi yang memungkinkan pelayanan kepada pelanggan kembali dilakukan.

Di sisi lain, kondisi Kolong Bacang pada Rabu (7/10/2026) menunjukkan dampak kemarau yang cukup parah. Permukaan kolong yang sebelumnya menjadi sumber air baku kini didominasi tanah berlumpur yang mengering dan retak.

Sejumlah instalasi dan pipa penyedot air masih terlihat di lokasi. Namun, volume air yang tersisa tidak lagi mencukupi untuk mendukung produksi air bersih secara normal.

PDAM Tirta Pinang menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan akibat penghentian sementara distribusi tersebut.

Operasional IPA Bacang dan distribusi air akan kembali dilakukan apabila kondisi sumber air baku sudah memungkinkan atau solusi teknis yang sedang diupayakan dapat diterapkan. (ti1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *