Kerugian Kebakaran Simpang Rimba Ditaksir Rp2 Miliar, 8,3 Hektar Area Terdampak

Ratusan rumah warga Dusun Serdang Desa Jelutung 2 Kecamatan Simpang Rimba rata dengan tanah usia dilalap si jago merah. (Foto: ist)
banner 120x600

SIMPANG RIMBA, TITIKINFO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang merembet ke permukiman warga di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, menyebabkan kerugian materiil sementara ditaksir mencapai Rp2 miliar.

 

Kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 305 rumah warga dan 50 gedung walet, dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 8,3 hektare.

Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, data tersebut diperbarui pada Minggu (11/10/2026) pukul 20.10 WIB.

Kebakaran bermula pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 15.10 WIB. Api yang awalnya membakar lahan kemudian merembet ke kawasan permukiman.

Angin kencang dan kondisi lahan kering menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api. Petugas juga menghadapi kendala berupa sumber air yang jauh, sebagian sumber air mengering, serta kondisi lahan gambut.

Material rumah warga yang sebagian besar menggunakan papan turut menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran.

450 KK dan 1.800 Jiwa Terdampak

Laporan BPBD mencatat sekitar 450 kepala keluarga atau 1.800 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut. Angka ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.

Meski api telah berhasil dipadamkan pada hari kedua penanganan, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api, terutama pada material bangunan yang terbakar.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.

Dampak kebakaran membuat warga harus mencari tempat aman. Berdasarkan pembaruan BPBD, pengungsian dipusatkan di dua lokasi, yakni SDN 7 Simpang Rimba dengan sekitar 300 orang dan Masjid Al Muhajirin dengan sekitar 200 orang.

Dengan demikian, sekitar 500 orang tercatat berada di dua titik pengungsian tersebut. Sebagian warga terdampak lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat atau sanak saudara yang tidak terkena kebakaran.

Pemerintah juga menyiapkan tenda pengungsian dan dapur umum lapangan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa darurat.

Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, pemadam kebakaran, Brimob, kepolisian, TNI, Dinas Sosial, tim SAR, tenaga kesehatan, Tagana, pemerintah kecamatan dan desa, hingga relawan.

Sejumlah sarana dikerahkan, termasuk mobil pemadam kebakaran, mobil tangki air, kendaraan penyelamatan, mobil dapur umum, serta kendaraan pendukung lainnya.

Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, juga meninjau langsung lokasi kebakaran pada Minggu (11/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Sekretaris Daerah Babel, Fery Afriyanto, dan Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid.

Hidayat memeriksa kondisi pengungsian, dapur umum, serta ketersediaan logistik dan obat-obatan. Ia juga meminta pemerintah daerah melakukan pendataan kerugian secara akurat sebagai dasar penentuan langkah pemulihan.

“Pada tahap pertama, kita utamakan keselamatan warga. Posko pengungsian dan dapur umum telah disiapkan,” ujar Hidayat.

BPBD menegaskan bahwa data luas lahan terdampak, jumlah rumah, warga terdampak, dan taksiran kerugian masih bersifat sementara serta dapat berubah mengikuti hasil pendataan lanjutan. (*/ti1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *