PANGKALPINANG, TITIKINFO.ID — Gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membuat pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya calon penumpang yang terdampak, untuk tidak terburu-buru datang ke bandara.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penumpang perlu memperbarui informasi penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai maupun otoritas terkait menyusul perkembangan kondisi abu vulkanik.
“Para penumpang diharapkan selalu memperbarui informasi secara berkala melalui kanal-kanal resmi yang tersedia,” ujar Dudy dalam keterangan pers terkait kondisi terkini layanan transportasi terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau, dikutip dari Instagram Kemenhub151, Minggu (6/9/2026).
Menurut Dudy, kondisi sebaran abu vulkanik terus dipantau bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pihak terkait. Perkembangan tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan operasional penerbangan di sejumlah bandara.
Salah satunya Bandara Husein Sastranegara, Bandung, yang berdasarkan indikasi sebaran abu vulkanik dinyatakan ditutup untuk penerbangan mulai pukul 12.00 WIB.
“Pada pukul 12.00 Bandara Husein Sastranegara di Bandung kami nyatakan ditutup untuk penerbangan,” kata Dudy.
Ia meminta maskapai segera menyampaikan informasi kepada penumpang yang penerbangannya terdampak, baik mengalami pembatalan maupun perubahan jadwal.
Dudy menegaskan, penumpang tidak perlu datang langsung ke bandara hanya untuk mengetahui status penerbangan atau mengurus pembatalan dan pengembalian tiket.
“Kami juga sudah meminta kepada pihak airlines untuk menyegerakan informasi tersebut disampaikan kepada para penumpang, sehingga para penumpang tidak perlu datang ke bandara,” ujarnya.
Proses pembatalan maupun refund tiket dapat dilakukan secara elektronik, dengan memanfaatkan kontak yang telah terdaftar seperti email maupun nomor telepon penumpang.
Dengan demikian, penumpang yang penerbangannya terdampak dapat memperoleh informasi sekaligus mengurus proses pengembalian tiket dari tempat masing-masing.
Pemerintah juga meminta operator penerbangan terus memperbarui informasi kepada penumpang seiring perubahan kondisi ruang udara.
“Pembatalan atau refund dapat dilakukan secara elektronik dengan para penumpang menyampaikan informasi, apakah itu email ataupun handphone pribadi, untuk bisa disampaikan kepada pihak yang lain agar informasi pembatalan maupun pengembalian atau refund daripada tiketnya dapat dilaksanakan segera mungkin,” jelas Dudy.
Selain penerbangan, pemerintah turut memantau aktivitas penyeberangan di Selat Sunda. Hingga saat ini operasional penyeberangan masih dapat dilakukan, namun operator diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan kondisi.
Dudy mengingatkan seluruh operator transportasi agar tidak memaksakan operasional apabila kondisi dinilai tidak memungkinkan.
Pemerintah juga mengimbau operator menyediakan kebutuhan pendukung, termasuk masker, untuk membantu menjaga kondisi kesehatan penumpang di tengah potensi paparan abu vulkanik. (ti1)










