PANGKALPINANG, TITIKINFO.ID— Udara kabur dan kabut tipis menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Pangkalpinang, Selasa (22/9/2026) pagi. Kondisi tersebut sedikt mempengaruhi jarak pandang di beberapa titik, terutama pada aktivitas masyarakat yang berlangsung sejak pagi hari.
Berdasarkan prakiraan cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir–Pangkalpinang, kondisi udara kabur terjadi pada pukul 07.00 WIB dengan suhu sekitar 27 derajat Celsius dan kecepatan angin 12 kilometer per jam.
Kondisi udara kemudian diprakirakan berubah menjadi berawan tebal sekitar pukul 10.00 WIB dengan suhu mencapai 30 derajat Celsius. Memasuki siang hingga sore, cuaca diprakirakan cerah berawan dengan suhu maksimum sekitar 33 derajat Celsius.
Udara kabur ini diprediksi masih akan terjadi pada Rabu dan Kamis (23 – 24 September 2026).
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di wilayah lain. Hingga kawasan Sungailiat, Mentok dan Koba cuaca pagi cenderung didominasi awan tebal.
BMKG juga mengingatkan kondisi kering masih mendominasi wilayah Indonesia. Fenomena El Niño yang sangat kuat dan Dipole Mode Index (DMI) positif masih membatasi suplai uap air ke wilayah Indonesia.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak berarti seluruh wilayah akan bebas hujan. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, sirkulasi siklonik, serta labilitas atmosfer masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan secara lokal, termasuk di wilayah Sumatra.
Hujan ringan hingga sedang yang disertai kilat, petir, maupun angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal.
Masyarakat juga diminta mewaspadai dampak cuaca panas dan udara kering dengan memastikan kecukupan cairan tubuh, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Kondisi kering juga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Untuk pengguna jalan, kondisi udara kabur pada pagi hari perlu menjadi perhatian karena dapat mengurangi jarak pandang. Pengendara disarankan meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan kondisi jalan.
BMKG mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi InfoBMKG.
“Semalem udah liat prediksi prakiraan cuaca sih, dan katanya udara kabur hingga berawan tebal, berharap sih hujan ya, karena sudah lama tidak hujan,” sebut Luthfi, warga Pangkalpinang. (ti1)










