PANGKALPINANG, TITIKINFO.ID — Partisipasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam menyalurkan zakat melalui BAZNAS masih berada di kisaran 40–50 persen.
Padahal, dana zakat yang dihimpun dan dikelola BAZNAS turut membantu memenuhi kebutuhan warga kurang mampu, termasuk biaya pendidikan anak-anak dari keluarga yang berhak menerima.
Persoalan partisipasi tersebut kembali disoroti Wali Kota Pangkalpinang Saparudin saat menghadiri penyaluran Beasiswa Cendekia BAZNAS Kota Pangkalpinang 2026 bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs di Kantor BAZNAS Pangkalpinang, Kamis (24/9/2026).
Menurut Saparudin, semakin luas partisipasi masyarakat, termasuk ASN yang telah memiliki kewajiban zakat, akan semakin besar pula potensi dana yang dapat dikelola untuk membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Baru sekitar 40, ada 40-50 persen lah (partisipasi ASN-red). Yang kita harapkan pegawai-pegawai kita yang memiliki kemampuan bisa menyalurkan zakat melalui BAZNAS,” katanya.
Saparudin mengatakan, ASN yang telah memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat diharapkan dapat menyalurkannya melalui BAZNAS.
Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah memiliki fungsi sosial karena terdapat hak masyarakat yang membutuhkan di dalamnya.
“Ini adalah kewajiban. Karena di situ ada hak. Ketika ada hak orang miskin untuk mendapatkannya, maka ada kewajiban bagi orang yang mampu untuk memberikan zakat, infak, sedekah,” tambahnya.
Dana yang dihimpun BAZNAS tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang memang berhak menerimanya, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Ia menambahkan, jika semua ASN membayar pajaknya melalui BAZNAS, maka bantuan yang disalurkan kepada penerima yang berkah akan lebih banyak, sehingga penerima juga bisa semakin luas.
“Ini penyaluran beasiswa pendidikan dari BAZNAS untuk keperluan anak-anak kita di Kota Pangkalpinang, terutama mereka yang orang tuanya termasuk dalam golongan yang memenuhi asnaf yang ada di BAZNAS,” tukasnya.
Ketua BAZNAS Kota Pangkalpinang Paidi Ahmad mengakui kontribusi dari ASN dan instansi di lingkungan Pemkot Pangkalpinang masih belum maksimal. Penghimpunan dana tersebut menjadi salah satu hal yang perlu terus ditingkatkan agar penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dapat diperluas.
“Belum maksimal sekitar 40-50 persen, masih ada OPD-OPD yang belum berkontribusi,” ujarnya seraya berharap ke depan bisa lebih optimal. (ti1/)










