PANGKALPINANG, TITIKINFO — Sejumlah kebutuhan pokok mulai sulit ditemukan masyarakat di Pangkalpinang dalam beberapa hari terakhir. Beras kemasan 5 kilogram dan gula pasir merek PSM ukuran 1 kilogram menjadi dua komoditas yang dikeluhkan warga.
Di sejumlah toko sembako dan ritel modern, beras kemasan 5 kilogram tak lagi terlihat di rak penjualan. Pedagang lebih banyak menyediakan beras dengan kemasan 10 kilogram.
Reni, salah satu pedagang sembako, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung hampir dua pekan. Ia bahkan belum kembali menjual beras 5 kilogram karena belum mendapatkan pasokan.
“Sudah hampir dua minggu tidak ada. Yang ada cuma 10 kilogram,” kata Reni.
Kondisi ini membuat sebagian konsumen harus mempertimbangkan kembali pembelian beras. Warga dengan anggaran belanja terbatas, membeli kemasan 10 kilogram sekaligus dinilai cukup memberatkan karena pengeluaran rumah tangga harus dibagi untuk berbagai kebutuhan.
Salah satu pekerja toko grosir di Air Itam, Adi menyebutkan, untuk beras lima kilo hanya tersedia merk 118, tetapi dengan harga yang melonjak naik dari Rp79.000 menjadi Rp81.500.
“Kosong beras lain, yang lima kilo naik harga,” ujarnya.
Tak hanya beras, gula pasir kemasan 1 kilogram merek PSM juga mulai sulit didapat dalam beberapa hari terakhir.
Dini, salah satu warga, mengaku sudah berkeliling mencari gula tersebut ke sejumlah toko, namun belum mendapatkannya di ritel modern.
“Keliling toko semuanya kosong. Ada di toko sembako, tapi harganya Rp19 ribu sampai Rp20 ribu per kilogram. Biasanya kalau di toko retail modern Rp17.500 per kilogram,” ujarnya.
Pilihan membeli di toko sembako membuat konsumen harus merogoh kocek lebih dalam. Selisih harga sekitar Rp1.500 hingga Rp2.500 per kilogram tersebut menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang berusaha menekan pengeluaran sehari-hari.
Sementara itu, belum diketahui secara pasti penyebab berkurangnya ketersediaan kedua komoditas tersebut di tingkat pengecer.
Warga berharap distribusi kembali normal agar kebutuhan pokok dapat diperoleh dengan mudah tanpa harus berpindah-pindah toko maupun membeli dengan harga yang lebih tinggi. (ti1)










