Bukit Kukus, Wajah Baru Wisata Bangka Barat

* Tak Sekadar Jual Pemandangan

Peresmian Bukit Kukus sebagai Wisata Alam, Minggu (9/8/2026) lalu. (Foto: ist/ Pemkab Babar)
banner 120x600

MENTOK, TITIKINFO — Bangka Barat mulai menambah pilihan destinasi wisata alam. Bukit Kukus di Desa Air Belo, Kecamatan Mentok, mulai diperkenalkan sebagai wisata alam baru yang menawarkan lebih dari sekadar panorama perbukitan.

Kawasan ini resmi diperkenalkan kepada publik melalui peresmian Bukit Kukus sebagai Wisata Alam, Minggu (9/8/2026) lalu.

Panorama alam menjadi daya tarik utama. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat ingin Bukit Kukus berkembang dengan konsep yang lebih luas, menggabungkan wisata alam, sejarah, edukasi lingkungan dan potensi ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Bangka Barat Fachriansyah mengatakan keindahan Bukit Kukus merupakan modal awal. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikembangkan tanpa mengorbankan kelestarian alam dan kepentingan masyarakat sekitar.

“Panorama alamnya sangat luar biasa cantik. Potensi Bukit Kukus ini jangan sampai berhenti hanya pada panorama, tetapi bisa dikembangkan menjadi pengalaman wisata yang mempertemukan alam, sejarah, pendidikan dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Salah satu potensi yang dapat dikembangkan dari kawasan Bukit Kukus adalah keterkaitannya dengan Jembatan Inggris.

Konsep tersebut memungkinkan wisatawan tidak hanya menikmati suasana alam, tetapi juga mengenal cerita sejarah dan perkembangan kawasan di sekitarnya.

Dengan begitu, kunjungan ke Bukit Kukus diharapkan tidak berhenti pada aktivitas berfoto. Ada cerita dan pengetahuan yang bisa dibawa pulang wisatawan.

Konsep wisata edukasi juga mulai disiapkan melalui pemanfaatan teknologi sederhana.

Sejumlah pohon di kawasan Bukit Kukus nantinya dapat dilengkapi barcode informasi. Pengunjung cukup memindai barcode untuk mengetahui jenis pohon, karakteristik hingga manfaatnya bagi lingkungan.

Pengembangan Bukit Kukus juga diarahkan agar kehadiran wisatawan memberikan dampak langsung kepada masyarakat sekitar.

Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan lahan warga untuk tanaman buah.

Jika dikelola dengan baik, kebun masyarakat dapat dikembangkan menjadi wisata petik buah. Wisatawan bisa menikmati suasana alam sekaligus membeli hasil pertanian warga.

Fachriansyah menilai kreativitas masyarakat menjadi salah satu kunci dalam membangun destinasi.

Ia mencontohkan sejumlah destinasi di Belitung yang mampu mengubah sesuatu yang sederhana menjadi daya tarik wisata sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Artinya, membangun destinasi wisata tidak selalu harus dimulai dengan fasilitas mahal.

Ide kreatif, cerita lokal dan kemampuan mengolah potensi yang sudah ada justru bisa menjadi kekuatan utama,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *