Cegah Stunting Sejak dalam Kandungan, BKKBN Babel Dampingi Langsung Ibu Hamil Berisiko di Beltim

Penyerahan bantuan untuk ibu hamil di Belitung Timur, sebagai upaya pencegahan stunting. (Foto: ist)
banner 120x600

BKKBN Babel dan Pemkab Belitung Timur mendatangi langsung keluarga berisiko stunting. Pendampingan sejak masa kehamilan dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah lahirnya generasi stunting.

 

MANGGAR, TITIKINFO – Pencegahan stunting tak cukup hanya menunggu anak lahir. Upaya itu harus dimulai sejak masa kehamilan, terutama bagi keluarga yang memiliki risiko tinggi melahirkan anak stunting.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Pemerintah Kabupaten Belitung Timur saat menyalurkan bantuan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) kepada keluarga sasaran di Desa Kurnia Jaya dan Desa Mekar Jaya, Kecamatan Manggar, belum lama ini.

Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fazar Supriadi Sentosa. Turut hadir Kepala Dinas PMD, Pengendalian Penduduk dan KB Belitung Timur Melta Indah Nurhayati serta Ketua BAZNAS Belitung Timur Edi Febrianto.

Dua keluarga yang dikunjungi menjadi prioritas pendampingan karena terdapat ibu hamil yang menikah di usia muda.

Selain kondisi ekonomi dan tempat tinggal yang masih sederhana, keluarga tersebut juga membutuhkan pendampingan terkait pemenuhan gizi serta pemeriksaan kesehatan selama kehamilan.

Fazar Supriadi Sentosa mengatakan, kunjungan langsung ke rumah keluarga merupakan bagian dari Program GENTING agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

“Kalau keluarga seperti ini tidak kita dampingi, dikhawatirkan anak yang dilahirkan berisiko mengalami stunting. Kondisi rumah yang sederhana, ditambah usia ibu yang masih sangat muda, menjadi faktor yang harus mendapat perhatian bersama,” ujar Fazar.

Menurutnya, pemenuhan gizi sejak masa kehamilan menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan pertumbuhan anak. Karena itu, bantuan yang diberikan berupa bahan pangan bergizi seperti telur dan susu.

“Kami sengaja memberikan bantuan dalam bentuk makanan bergizi, bukan uang tunai. Harapannya, nutrisi benar-benar diterima oleh ibu hamil sehingga dapat mendukung tumbuh kembang janin secara optimal,” jelasnya.

Fazar menegaskan, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan makanan bergizi. Faktor usia perkawinan, kesehatan ibu, kondisi sosial ekonomi, sanitasi, akses air bersih hingga kelayakan rumah juga menjadi aspek yang harus ditangani secara bersamaan.

Sementara itu, Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar menilai percepatan penurunan angka stunting hanya bisa dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, Kemendukbangga/BKKBN, BAZNAS, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dunia usaha hingga masyarakat harus bergerak bersama.

“Penanganan stunting membutuhkan kerja bersama karena persoalannya bukan hanya kesehatan, tetapi juga menyangkut kondisi sosial, ekonomi, hingga lingkungan tempat tinggal keluarga,” kata Khairil.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang selama ini aktif mendampingi keluarga berisiko stunting. Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan menjadi kunci agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan keluarga.

Khairil juga mengingatkan ibu hamil agar rutin memeriksakan kehamilan ke posyandu maupun fasilitas kesehatan, menjaga asupan gizi, serta menyiapkan pemberian ASI eksklusif setelah bayi lahir.

“Ibu hamil harus menjaga asupan makanan bergizi dan nantinya memberikan ASI eksklusif kepada bayi. Banyak sumber pangan lokal yang dapat dimanfaatkan, seperti daun kelor maupun pepaya muda, yang baik untuk membantu meningkatkan produksi ASI,” ujarnya.

Selain aspek kesehatan, Pemkab Belitung Timur juga akan berupaya memperbaiki kondisi rumah keluarga sasaran melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan organisasi perangkat daerah terkait.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan OPD terkait agar keluarga yang membutuhkan bisa mendapatkan penanganan secara bertahap sesuai kewenangan yang ada,” tambahnya.

Hingga 30 Juni 2026, Program GENTING di Kabupaten Belitung Timur menargetkan 433 penerima manfaat. Sebanyak 188 keluarga atau 43,42 persen dari target telah dijangkau, terdiri atas 38 ibu hamil, 62 ibu menyusui, dan 88 anak di bawah usia dua tahun (baduta). (*/ti1)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *