PANGKALPINANG, TITIKINFO – Kunjungan kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting, mulai dari pemenuhan gizi hingga peningkatan kualitas tempat tinggal keluarga berisiko stunting.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, mengatakan selama kunjungan di Bangka Belitung, Menteri Wihaji berdialog dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kecamatan Koba, meninjau Keluarga Berisiko Stunting (KRS) dan meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan Makanan Pendamping Gizi Khusus (MPKG) 3B bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
“Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan pelaksanaan program sudah berjalan sesuai aturan dan ketentuan. Penyaluran makanan bergizi tambahan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD dilakukan secara by name by address, sehingga penerima manfaat benar-benar terdata dan penyalurannya dapat diawasi,” ujar Fazar, Kamis (6/8/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang ada, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini sebanyak 94 SPPG telah melaksanakan distribusi MBG 3B kepada kelompok sasaran.

Sementara itu, jumlah penerima manfaat program di Bangka Belitung telah mencapai 33.852 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Selain meninjau pelaksanaan program pemenuhan gizi, Menteri Wihaji juga mengunjungi keluarga berisiko stunting (KRS) di Kecamatan Pangkalbalam. Menurut Fazar, kunjungan tersebut menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting tidak hanya dilakukan melalui intervensi gizi, tetapi juga dengan memperbaiki kualitas hidup keluarga.
“Menteri mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergotong royong membantu keluarga berisiko stunting. Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Wihaji juga menyaksikan penyerahan bantuan rumah layak huni kepada keluarga penerima manfaat. Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama mitra, di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan PT Timah.
Fazar menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah menunjukkan kepedulian melalui dukungan nyata kepada keluarga berisiko stunting.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS, PT Timah, serta seluruh mitra yang telah berkolaborasi membantu masyarakat. Dukungan seperti ini sangat berarti karena tidak hanya memperbaiki kondisi rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup keluarga sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting,” ujarnya.
Ia berharap kunjungan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga ke Bangka Belitung dapat semakin menggugah kesadaran masyarakat serta memperkuat komitmen dunia usaha, lembaga, dan berbagai pemangku kepentingan untuk terlibat dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
“Semakin banyak mitra yang terlibat, semakin kuat upaya kita dalam mempercepat penurunan stunting. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” tutup Fazar. (ti1)










