Melon Petani Air Belo Masuk Dapur SPPG, 700 Kilogram Siap Lengkapi Menu Makan Bergizi

Hasil panen melon Petani Desa Air Belo, Kecamatan Mentok yang akan dipasok ke beberapa dapur SPPG. (Foto: ist)
banner 120x600

Hasil panen petani yang dikelola Koperasi Desa Merah Putih Air Belo mulai terserap Program Makan Bergizi, membuka pasar baru sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat.

MENTOK, TITIKINFO– Hasil panen melon petani di Desa Air Belo, Kecamatan Mentok, kini mulai mengisi menu Program Makan Bergizi (MBG). Sebanyak 700 kilogram melon yang diproduksi Koperasi Desa Merah Putih Air Belo disalurkan ke tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bangka Barat.

Penyaluran tersebut difasilitasi Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Bangka Barat sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara koperasi, petani, dan dapur SPPG sekaligus memperluas penyerapan hasil pertanian lokal.

Melon yang didistribusikan terdiri dari 200 kilogram untuk SPPG Pangek, 230 kilogram ke SPPG Kacung, dan 270 kilogram ke SPPG Kelapa. Seluruhnya akan diolah sebagai salah satu menu buah dalam Program Makan Bergizi bagi para penerima manfaat.

Ketua Koperasi Desa Merah Putih Air Belo, Sudirman, mengatakan penyaluran tersebut menjadi peluang bagi petani lokal untuk memperoleh pasar yang lebih pasti. Pihaknya pun berkomitmen menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan sesuai kebutuhan dapur SPPG.

“Kami siap mendukung kebutuhan SPPG melalui penyediaan hasil pertanian yang berkualitas dan berkelanjutan, sehingga petani memiliki kepastian pasar sekaligus berkontribusi dalam menyukseskan Program Makan Bergizi,” katanya, dikutip dari laman website Pemkab Bangka Barat.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Bangka Barat, Winda menilai kemitraan antara koperasi, petani, dan SPPG merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang saling menguatkan.

Menurutnya, keberadaan SPPG tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi pasar yang mampu menyerap hasil produksi pertanian lokal secara berkelanjutan.

“Melalui kemitraan ini, kami berharap hasil produksi petani dapat terserap secara optimal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan mereka. Di sisi lain, koperasi semakin berperan sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dan memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa,” ujar Winda.

Melalui pola kemitraan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berharap semakin banyak komoditas pertanian lokal yang masuk ke dapur SPPG, sehingga manfaat Program Makan Bergizi tidak hanya dirasakan penerima manfaat, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian desa melalui peningkatan pendapatan petani dan koperasi. (ti1/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *