Soetta Bersih-Bersih, Abu Vulkanik Anak Krakatau Disapu dari Runway

Tangkapan layar unggahan Instagram Soekarno Hatta Airport, ketika aktivitas membersihkan landasan bandara.
banner 120x600

PANGKAL PINANG, TITIKINFO — Setelah aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau, pengelola bandara kini fokus memastikan fasilitas sisi udara kembali aman digunakan.

Dari postingan Instagram terlihat petugas melakukan pembersihan secara bertahap terhadap area runway, taxiway, dan apron yang terpapar abu vulkanik. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan apabila operasional penerbangan kembali dibuka.

PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan pembersihan fasilitas bandara dilakukan secara berkala untuk mencegah penumpukan abu vulkanik sekaligus memastikan seluruh fasilitas memenuhi aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan pembersihan telah dilakukan sejak Minggu malam pada runway 1 dan runway 2, taxiway hingga apron.

“Kami melakukan pembersihan berkala saja agar tidak terlalu berat pada saatnya, karena memang kita harus memastikan fasilitasnya siap manakala sudah diputuskan kita siap beroperasi,” ujar Yudistiawan, Senin (7/9/2026), dikutip dari Antara News.

Pembersihan tidak dilakukan sekali saja. Pemantauan dan pemeriksaan akan terus dilakukan mengingat hasil paper test masih menunjukkan adanya paparan debu vulkanik di kawasan bandara.

Petugas dari sejumlah unit, termasuk Apron Movement Control (AMC), teknik dan Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), turut berkoordinasi melakukan pemeriksaan serta penanganan area yang berpotensi terdampak abu vulkanik.
Proses tersebut dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi dengan mengutamakan prosedur keselamatan.

Pengelola bandara memastikan setiap potensi risiko dapat diketahui dan ditangani sebelum fasilitas kembali digunakan untuk penerbangan.

Sementara itu, kepastian pembukaan kembali Bandara Soekarno-Hatta masih bergantung pada perkembangan kondisi abu vulkanik dan keputusan operasional terbaru. Pada pembaruan sebelumnya, penutupan sementara masih diberlakukan berdasarkan NOTAM yang berlaku hingga 7 September 2026 pukul 23.59 Wib. (ti/net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *