Wihaji: TPK Punya Tugas Baru Kawal MBG Demi Percepat Penurunan Stunting

Mendukbangga, Wihaji didampingi Gubernur Babel Hidayat Arsani, dan Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman saat diwawancarai usai pertemuan dengan TPK di Yayasan Arraisyah Alhams, Berok, Kecamatan Koba, Bangka Tengah, Rabu (5/7/2026) kemarin.
banner 120x600

KOBA, TITIKINFO –  Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, memastikan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah memahami tugas dan peran baru sebagai garda terdepan mengawal penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai bagian dari percepatan penurunan stunting.

 

Hal ini dipastikan Kepala BKKBN itu setelah melakukan kunjungan kerja dan bertemu dengan ratusan TPK di pulau Bangka, yang dipusatkan di Yayasan Arraisyah Alhams, Berok, Kecamatan Koba, Bangka Tengah, Rabu (5/7/2026) kemarin.

Ia menegaskan program ini menjadi terobosan yang hanya dimiliki Indonesia, sekaligus memastikan  TPK se Bangka Belitung siap menjalankan tugas tersebut.

“Kita datang memastikan tugas baru TPK sudah berjalan, yakni mendistribusikan sekaligus mengedukasi penerima MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ini adalah program prioritas Presiden,” kata Wihaji saat bertemu Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Yayasan Arraisyah Alhams, Desa Berok, Kabupaten Bangka Tengah.

Menurut Wihaji, selama ini banyak negara telah menjalankan program makan bergizi bagi anak sekolah. Namun, Indonesia menjadi negara pertama yang secara khusus memberikan perhatian kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui program MBG.

“Kalau makan bergizi untuk anak sekolah sudah ada di 77 negara. Tetapi yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, hanya ada di Indonesia. Karena itu kami memastikan program ini benar-benar berjalan hingga ke masyarakat,” tegasnya.

Secara nasional terdapat 599.824 Tim Pendamping Keluarga yang kini tidak hanya mendampingi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan remaja, tetapi juga bertugas mengawal distribusi MBG serta memberikan edukasi kepada keluarga penerima manfaat.

Dari hasil dialog bersama para kader, Wihaji memastikan pelaksanaan program di Bangka Belitung telah berjalan meski masih menghadapi sejumlah tantangan. Ia meminta seluruh jajaran TPK aktif melaporkan setiap kendala agar pemerintah dapat segera turun tangan.

Ia juga kembali mengingatkan agar TPK betul-betul memberikan pendampingan kepada masyarakat, sehingga stunting dapat dicegah.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mengajak seluruh Tim Pendamping Keluarga bersama pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat kolaborasi untuk menekan angka stunting.

“Stunting harus kita atasi bersama. Sinergi pemerintah, TPK, dan masyarakat menjadi kunci agar lahir generasi Bangka Belitung yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar Hidayat. (ti1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *